Wednesday, September 9, 2009

Impian Gila

Malam hari yang dingin. Aku berada di lapangan rumput yang terbentang luas beratapkan langit berbintang. Saat itu ku duduk termenung sendirian memandang bintang-bintang. Pemandangan indah ini entah kapan dapat kunikmati untuk kedua kalinya. Mungkin tak akan pernah. Suara jangkrik, hembusan angin malam, dan wangi rumput membiusku seakan masalah duniawi tak pernah ada.

Perlahan kurebahkan tubuhku di atas tumpukan rumput hijau yang terlihat biru seiring gelapnya malam. Bintang-bintang itu semakin jelas tapi juga semakin tidak jelas. Aku tak mengerti apa yang dapat menjelaskannya. Bintang-bintang itu tak berubah. Sama seperti terakhir kali aku melihatnya. Tetap bersinar menemani gelapnya malam dan tetap tak terhitung banyaknya. Aku pun tersentak. Semua bintang itu seakan merefleksikan mimpi-mimpiku. Mimpi yang kupercaya ada dan akan kuraih suatu saat nanti. Mimpi yang tak dimiliki oleh siapapun. Mimpi yang akan selalu melahirkan mimpi-mimpi lainnya. Mimpi yang membuat orang lain berfikir bahwa aku sudah gila. Ya, mimpi yang membuatku gila. Tapi mimpi-lah yang membuatku memutuskan untuk terus menjalani hidup. Sekalipun untuk itu harus kubayar dengan kegilaan.


Impian yang nyata bukanlah mimpi. Mimpi adalah sesuatu yang tak bisa kita raih sebesar apapun usaha kita meraihnya. Mimpi itu akan selalu ada selama kita masih mempercayainya. Aku juga, mungkin tak akan pernah dapat meraih impianku. Setiap kali aku mendekatinya, impian itu semakin menjauh, semakin tinggi meninggalkanku. Impian bukanlah benda mati. Mereka hidup dalam hati kita. Semakin tumbuh dan berkembang, membesar, terbang tinggi seiring dengan helai demi helai sayap yang kita tanamkan bersama dilema kepercayaan dan kenyataan. Dua hal yang berjalan seperti garis pararel, selalu berdampingan namun tidak pernah bertemu. Impian manusia tak akan pernah berakhir. Aku tahu itu, tapi aku tidak menyesal. Aku hidup dengan mimpi-mimpiku.dan tak akan kubiarkan siapapun atau apapun menghancurkannya. Dan seperti bintang di langit, suatu saat aku akan bersinar.

0 comments:

Post a Comment